Selasa, 02 Oktober 2012, hari ini ya bisa dibilang kurang beruntung, sial. Jika biasanya aku sudah bangun saat jam menunjukkan pukul 04.00, hari ini berbeda. Aku baru bisa membuka mata saat mentari sudah mulai menghangat . Yah, jam 5.30, huhhh, menyebalkan sekaliiiiiii !
Ya, seperti
biasanya hal pertama yang harus kulakukan yaitu menuju ke kamar mandi dan
mengambil air wudhu. Saat ingin kembali ke kamar, kusadari, ku lihat keadaan
sekeliling
. What’s ?! Lampu belum menyala dan gorden pun masih tertutup. Aku baru sadar ternyata ibu dan ayahku pun
belum bangun. Tidak jauh beda rupanya dengan anaknya
Segera
kunyalakan lampu dan ku bangunkan Ibu. Setelah Ibu bangun, segera ku dirikan
Sholat Subuh 2 rakaat. Setelah itu, jadwal rutin menghapal tugas tidak bisa
terlaksana seperti biasanya. Karena waktu yang mepet, singkat, dan sangat
pendek .
Segera ku ambil sapu ijuk dan ku bersihkan rumahku, biasa tugas harian !
Setelah mandi
dan sarapan pagi, ku panggil ayahku. Namun ayah nampaknya sedang sibuk, yah
mengecek-cek alat tes darah yang baru saja datang dari Kuwait, dikirim oleh Om ku
yang merantau disana. Namun tidak peduli, jam telah menunjukkan pukul 07.00,
jika aku lambat aku bisa masuk dalam deretan orang-orang terlambat hari ini. Ku
panggil ayah “ Aayaaaaaaahhh, Ayaaaaaaahhh” teriakku
Ayah akhirnya
muncul dari balik pintu dan menyodorkan uang jajan. Setelah motor dinyalakan,
aku segera naik dan brooooommm, sampailah di sekolah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar